Arti sebuah N.A.M.A Kisah Pemberian Namaku… Pada pagi yang cerah, di hari Selasa, 21 April 1992 atau bertepatan dengan 18 Syawal 1412 Hijriah, aku terlahir ke dunia ini. Suara adzan yang dikumandangkan oleh ayahku, Ali, menggema di telingaku sebagai lantunan pertama yang kudengar. Sebuah tanda bahwa aku telah resmi menyapa dunia, dengan harapan menjadi anak yang shalih, pembawa kebahagiaan, dan penerus kebaikan keluarga. Sejak awal, kedua orang tuaku, Mak dan Ayah, telah menyiapkan doa-doa terbaik untukku. Nama yang akan mereka sematkan bukan sekadar panggilan, melainkan harapan dan doa yang akan menyertai sepanjang hidupku. Mak, Lina Wati, memimpikan agar aku tumbuh sebagai anak yang penuh kelembutan, bijaksana, dan berakhlak mulia. Sementara ayah berharap aku menjadi sosok yang kuat, berani, dan memiliki semangat kepemimpinan. Proses Pemberian Nama Dalam budaya keluarga kami, pemberian nama bukan perkara sederhana. Ada musyawarah, ada doa, dan tentu saja ada tradisi yang harus d...