Terjatuh bangkit kembali

foto hannan sd


Masa SD yang Penuh Makna
Saya masih ingat betul masa-masa awal memasuki Sekolah Dasar. Perasaan campur aduk antara senang, penasaran, dan sedikit takut menghampiri. Dunia baru yang penuh dengan teman-teman baru, guru, serta pelajaran yang harus dipahami. Namun, perjalanan itu tidak selalu mulus. Aku pernah mengalami masa yang cukup berat tinggal kelas di kelas 3.

Awalnya, saya tidak terlalu memikirkan soal belajar. Masih asyik bermain dan menikmati masa kecil tanpa terlalu memikirkan nilai. Namun, ketika kenyataan itu datang, rasa kecewa dan sedih sempat menghantui. Tapi dari situlah titik balik hidupku bermula. Saya mulai sadar bahwa semangat belajar adalah kunci untuk melangkah lebih baik.

Setelah tinggal kelas, saya mulai menata niat. Tidak ingin mengalami hal yang sama, saya berusaha keras memperbaiki diri. Hari demi hari, saya lebih rajin belajar, mendengarkan guru, dan menyelesaikan tugas-tugas dengan sungguh-sungguh. Semangat itu perlahan mulai membuahkan hasil. Prestasi demi prestasi ku raih, dari peringkat harian hingga menjadi juara kelas. Saya sering bergantian meraih juara 1,2 dan 3 bersama busu Atun, Tina dan niar teman sekelasku yang juga sangat bersemangat dalam belajar. Kami saling mendorong untuk terus berprestasi, namun tetap berteman baik. Persaingan itu justru membuat kami semakin semangat, saling mendukung dan memotivasi.

Selain busu Atun, ada banyak teman sekelas yang mewarnai hari-hariku di SD 39/IX Tantan. Ada Aman, yang selalu ceria dan penuh semangat. Pen, yang dikenal bijaksana, Abdul yang sederhana, Sauda yang pendiam, Tina yang teliti, Niar yang suka cerita, Anis ramah, dan Padila yang baik mereka teman-teman yang selalu memberikan warna dalam setiap kebersamaan kami.

Sayangnya, tidak semua dari kami bisa melanjutkan perjalanan hingga tamat. Abdul dan Sauda harus pindah sekolah karena jarak yang terlalu jauh dari rumah mereka ke sekolah. Kondisi jarak tempuh yang sulit memaksa mereka untuk melanjutkan pendidikan di tempat lain. Perpisahan itu terasa berat. Walau kami masih anak-anak, kami mengerti betul bahwa perpisahan itu bukanlah hal yang mudah. Meski demikian, kenangan bersama mereka tetap terjaga dalam ingatan.

Sejak kelas 3, kami yang tersisa menjadi tim yang sangat solid. Kami belajar kelompok, bermain, dan melewati suka duka bersama. Ketika ada yang mengalami kesulitan, kami saling membantu. Ketika ada yang berhasil meraih prestasi, kami ikut bangga dan memberikan dukungan. Suasana kelas kami seperti keluarga kedua yang selalu memberikan kenyamanan.

Kebersamaan itu berlanjut hingga kami tamat dari SD. Semua perjalanan, dari belajar bersama, bermain di halaman sekolah, hingga berbagi cerita di sela waktu istirahat, menjadi bagian dari memori indah masa kecil. Dan perjalanan kami tidak berhenti di situ. Setelah lulus dari SD 39/IX Tantan, kami bersama-sama melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 21 Muaro Jambi.

Melanjutkan ke jenjang SMP adalah babak baru yang tak kalah menantang. Namun, karena sudah terjalin ikatan kuat sejak SD, kami tidak merasa terlalu canggung. Kami tetap saling mendukung dan menjaga persahabatan. Persaingan sehat yang dulu tercipta bersama teman-teman juga terus berlanjut. Kami saling mendorong untuk tetap berprestasi, tanpa pernah melupakan kebersamaan.


Melalui perjalanan itu, saya belajar banyak hal. Bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari perubahan besar. Bahwa teman-teman yang baik adalah mereka yang tetap ada, mendukung, dan berjalan bersama dalam suka dan duka.

Kini, setiap kali mengenang masa-masa itu, ada rasa syukur yang mendalam. Karena dari semua perjalanan yang kulalui, saya belajar tentang ketekunan, persahabatan, dan arti sebuah perjuangan. Masa kecil yang penuh warna di SD 39/IX Tantan akan selalu menjadi bagian penting dalam hidupku. Sebuah kisah yang tak akan terlupakan, karena dari situlah saya belajar untuk tidak mudah menyerah dan selalu berusaha menjadi lebih baik.(17ramadhan1446/16maret2025)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Air Mata, Doa, dan Kesabaran yang Tak Pernah Padam

Rumahku Surgaku

Cinta Karena Allah

Solar dan musim umo

Siapa AbuHa?

Tangisan Suci

Kelambu dan Kasih sayang

Ramadhanku Rindu

Arti sebuah Nama