Postingan

Misi Lidi: Tawa dan Luka di Hutan Kedotan

Gambar
         Cerita ini berasal dari masa kecil saya ketika duduk di bangku Sekolah Dasar. Di masa itu, saya punya dua teman dekat yang selalu bersama-sama dalam banyak petualangan kecil kami. Mereka adalah Aman dan Pen. Walaupun usia mereka lebih tua dari saya, kami berada di kelas yang sama. Karena itu, saya biasa memanggil mereka dengan sebutan “Paman Aman” dan “Bang Pen” sebagai bentuk penghormatan dan kebiasaan kami di kampung.   Kami bertiga tinggal di sebuah desa Kedotan, sebuah desa kecil yang masih sangat kental dengan nuansa alamnya. Pohon-pohon besar, sungai jernih, dan hutan kecil di pinggiran desa adalah tempat bermain kami setiap hari. Salah satu kegiatan kami adalah mencari lidi dari pohon aren, atau dalam bahasa desa kami disebut “pohon noo.”, tugas dari sekolah untuk nilai prakarya.  Petualangan Mencari Lidi  Sore hari balik sekolah, kami bertiga sepakat untuk pergi ke hutan mencari lidi dari pohon noo. Lidi ini nantinya aka...

Kemarau (Part 3)

Gambar
  Masa SMA dan Perubahan yang Terjadi Memasuki masa SMA, banyak hal mulai berubah. Jika dulu saat SD dan SMP saya dan teman-teman selalu menantikan musim kemarau sebagai waktu terbaik untuk bermain di Sungai Batanghari, kini kesibukan sekolah mulai mengurangi waktu kami untuk mandi dan berenang di sana. Tugas-tugas yang semakin banyak, persiapan ujian, dan kegiatan ekstrakurikuler membuat kami lebih sering berada di rumah atau sekolah daripada berlarian ke sungai seperti dulu. Selain itu, ada satu hal yang membuat kami semakin jarang bermain di sungai airnya sudah tidak sejernih dulu lagi. Dulu, saat menyelam, saya masih bisa melihat ikan kecil-kecil, suara ikan baung di dasar sungai atau bawah jamban (tempat mandi dan buang air), mendengar suara gelembung air, dan merasakan kesegaran air yang mengalir. Tapi kini, airnya mulai keruh, warna coklatnya lebih pekat, dan terkadang sampah-sampah kecil ikut terbawa arus. Kami masih sesekali pergi ke sungai, terutama jika kemarau benar-...

Kemarau (Part 2)

Gambar
Masa SMP yang Tak Terlupakan Meskipun sudah beranjak remaja dan duduk di bangku SMP, musim kemarau tetap menjadi waktu yang paling ditunggu-tunggu. Tidak banyak yang berubah dari kebiasaan kami. Sungai Batanghari masih menjadi tempat bermain utama, pasir timbul masih muncul saat air surut, dan suara ikan baung yang berenang di dasar sungai masih terdengar ketika kami menyelam. Bedanya, kali ini kami lebih berani dan semakin mahir dalam berenang. Jika saat SD saya baru belajar mengapung dan berenang di tepi sungai, saat SMP saya dan teman-teman sudah berani menyeberangi sungai tanpa menggunakan perahu atau ketek. Kami berenang ramai-ramai menuju pasir timbul, adu cepat siapa yang bisa sampai duluan. Bagi yang baru belajar, mereka tetap menumpang perahu atau berpegangan pada batang pisang yang mengapung di air. Saya ingat betul, ada satu kali ketika kami menyeberang, tiba-tiba ada arus deras kecil yang membuat beberapa teman hampir hanyut terbawa arus. Kami semua panik, tetapi untungn...

Kemarau (Part 1)

Gambar
  Kenangan Bermain dan Belajar Berenang Musim kemarau selalu menjadi musim yang paling ditunggu-tunggu bagi kami anak-anak di Desa Kedotan. Setiap tahun, ketika hujan mulai jarang turun dan matahari bersinar lebih terik, hati kami justru dipenuhi kegembiraan. Bagi orang dewasa, kemarau mungkin berarti sawah yang mulai kering dan sumur yang surut, tetapi bagi kami, anak-anak Sekolah Dasar waktu itu, musim ini adalah waktu terbaik untuk bermain, mandi, dan berenang di Sungai Batanghari. Saat kemarau tiba, air sungai menjadi lebih jernih. Dari tepi sungai, kami bisa melihat ikan-ikan kecil berenang di sungai. Jika menyelam, suara gemericik air dan ikan baung yang bersembunyi di celah-celah batu bisa terdengar jelas. Sensasi itu luar biasa, seperti berada di dunia lain yang hanya bisa kami nikmati saat kemarau tiba. Saya sendiri belajar berenang di musim kemarau. Rasanya lebih mudah dan menyenangkan karena airnya tidak terlalu deras seperti saat musim hujan. Awalnya, saya hanya bisa...

Cerita Hannanku

Gambar

Kelambu dan Kasih sayang

Gambar
Sumber: Pinterest ❤Kasih sayang Mak      Masa kecil selalu menyisakan kenangan yang tak tergantikan. Ada banyak hal yang mungkin perlahan-lahan terlupakan, tetapi ada pula yang tetap hidup dalam ingatan, seolah baru terjadi kemarin. Salah satu memori yang selalu terpatri dalam benakku adalah kebiasaan mak sebelum saya tidur.      Setiap malam, sebelum saya terlelap, mak selalu mengingatkan untuk membersihkan diri terlebih dahulu. “Cuci kaki, cuci tangan, jangan lupa sikat gigi,” begitu katanya setiap malam. Awalnya, saya sering mengeluh, merasa malas untuk bangun lagi hanya demi membasuh tangan dan kaki. Tetapi mak tidak pernah lelah mengingatkan. Baginya, kebersihan sebelum tidur adalah hal yang penting.      Setelah membersihkan diri, saya akan naik ke tempat tidur. Di saat itulah saya merasa kasih sayang mak begitu nyata. Dalam kesunyian malam, ketika saya mulai terpejam, mak selalu datang. Saya tidak selalu sadar kapan tepatnya, tetapi sa...

Terjatuh bangkit kembali

Gambar
foto hannan sd Masa SD yang Penuh Makna Saya masih ingat betul masa-masa awal memasuki Sekolah Dasar. Perasaan campur aduk antara senang, penasaran, dan sedikit takut menghampiri. Dunia baru yang penuh dengan teman-teman baru, guru, serta pelajaran yang harus dipahami. Namun, perjalanan itu tidak selalu mulus. Aku pernah mengalami masa yang cukup berat tinggal kelas di kelas 3. Awalnya, saya tidak terlalu memikirkan soal belajar. Masih asyik bermain dan menikmati masa kecil tanpa terlalu memikirkan nilai. Namun, ketika kenyataan itu datang, rasa kecewa dan sedih sempat menghantui. Tapi dari situlah titik balik hidupku bermula. Saya mulai sadar bahwa semangat belajar adalah kunci untuk melangkah lebih baik. Setelah tinggal kelas, saya mulai menata niat. Tidak ingin mengalami hal yang sama, saya berusaha keras memperbaiki diri. Hari demi hari, saya lebih rajin belajar, mendengarkan guru, dan menyelesaikan tugas-tugas dengan sungguh-sungguh. Semangat itu perlahan mulai membuahkan hasil....

Ramadhanku Rindu

Gambar
Ramadhanku Rindu Masa kecil di bulan Ramadan memang menghadirkan kenangan yang sulit dilupakan. Ada nuansa kebersamaan dan kegembiraan yang begitu kuat, apalagi ketika dijalani bersama teman-teman dan keluarga di kampung. Ramadan bukan hanya tentang berpuasa, tapi juga tentang tradisi, persahabatan, dan momen-momen kecil yang kini menjadi cerita berharga. Saat Ramadan tiba, suasana kampung berubah. Ada semangat yang berbeda di setiap sudut desa. Ketika sore menjelang masuk 1 ramadhan, mak dan ayah sudah mempersiapkan masak untuk persiapan sahur, dan mengingatkan kami untuk siap-siap malam ini sudah mulai terawih. Ketika sore menjelang berbuka puasa suasana dipenuhi aroma masakan khas buka puasa biasa mak masak hang enak-enak dan khas bulan puasa ada kue takir(kue kapal) cendol, nasgor daun kunyit ( saya suka sekali) kolak dan banyak lagi yang lain. Selepas berbuka, momen yang paling ditunggu adalah sholat tarawih.  Tradisi sederhana namun penuh makna terjadi setiap malam: menungg...

Air Mata, Doa, dan Kesabaran yang Tak Pernah Padam

Gambar
     Di balik setiap senyum seorang ibu, ada cerita panjang tentang pengorbanan, ketabahan, dan perjuangan yang tak selalu terlihat oleh mata. Kisah ini adalah tentang Mak, seorang perempuan luar biasa yang hidupnya dihiasi oleh ujian sakit yang panjang, namun tetap teguh berdiri dengan harapan, doa, dan kesabaran. Awal Ujian di Masa Muda      Perjalanan hidup Mak bukanlah perjalanan yang mudah. Sejak remaja, Mak sudah diuji dengan sakit yang berat. Ketika masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah, tepatnya saat kelas dua, Mak mengalami cobaan yang besar. Kaki Mak tiba-tiba tidak bisa digerakkan. Hari-hari yang biasa dilalui dengan ceria dan penuh semangat belajar, berubah menjadi hari-hari yang penuh dengan keterbatasan.   Mak harus merasakan hari-hari yang sunyi, hanya ditemani oleh rasa sakit dan doa dari orang tunya, teman-teman dan saudara dekat yang tak pernah putus. Berbulan-bulan Mak bertahan, menahan rasa sakit dan ketidakberdayaan. Namu...