Solar dan musim umo
Waktu usia saya lima tahun, ada satu cerita yang selalu diceritakan oleh Mak, cerita yang selalu membuat kami tertawa setiap kali dikenang, meski saat itu mungkin semua orang panik bukan main. Cerita ini terjadi di musim tanam padi, saat umo (sawah) di kampung mulai diisi kembali dengan benih harapan. Musim tanam adalah masa sibuk bagi keluarga kami. Semua orang turun ke sawah, bekerja dari pagi hingga sore, berjuang bersama alam untuk menyiapkan ladang yang subur. Cuaca waktu itu panas terik. Matahari seperti enggan bersembunyi, memancarkan panasnya tanpa ampun. Anak-anak kecil seperti saya biasanya ikut ke sawah, bermain atau berlompatan di sela-sela lumpur, menikmati keriangan masa kecil. Saya masih ingat, di tengah panas yang menyengat, haus mulai menyerang. Saya berlarian kecil, mencari-cari minuman. Di atas pondok, saya melihat sebuah botol yang diletakkan di atas meja kecil. Warnanya seperti teh yang biasa Mak bawa dari ...